Orang padang pelit.....(maksudnya..?)
Orang Padang
Wufff….again, tadi pagi gw denger
lagi ada temen gw yang ngomong orang Padang padang padang
Gw heran kenapa bisa timbul generalisasi seperti ini. Karena kalau menurut
gw pribadi sebagai orang padang (opini pribadi loh ya), kita tuh ga pelit cuman
teliti. Alih alih teliti orang lain tetep sama menyamakannya dengan
”perhitungan” yang konotasi negatif nya balik lagi ke pelit....wewwww...
Kita terbiasa merencanakan sesuatu. Jadi apa yang kita dapat hari ini, tidak harus dihabiskan hari ini juga. Karena kita toh tidak hidup sehari. Kita
harus memperhitungkan simpanan kita, apa yang akan di rencakan pada masa yang
akan datang dan bla bla bla. Jadi intinya jangan membeli sesuatu yang mubazir
atau tidak terlalu diperlukan.
Nah gw rasa, setiap etnis manapun percaya deh ga ada yang akan mengajarkan
etnis nya untuk boros. Ga mungkin ada yang melegalkan kegiatan berfoya foya.
Kalau ada kasi tau gw dunk, biar gw nyari suami dari etnis yang royal duit
tersebut. Pasti enak deh tinggal happy go lucky terus.
Maka dari itu, sangat tidak dianjurkan untuk men generalisasi sesuatu. Apalagi
yang berbau etnis. Kalau anda punya teman dari berbagai macam etnis, lihatlah
orang tersebut secara personal. Karena identifikasi secara general dengan etnis
mereka akan sangat berbeda dengan mereka sendiri yang mungkin tidak seperti
itu. Dan hal kecil kaya gini bisa menimbulkan perpecahan. Bisa dari keributan
kecil, semisal dua sahabat yang jadi ribut, perseteruan suami istri , atau
malah ribut antar kelompok seperti yang sering kita dengar.
Terimalah perbedaan yang seneng hati, dengan happy.....kalau yang baik bisa
memperkaya, kalo yang buruk mari...sama sama dirubah....karena kalau
generalisasi seperti ini tetep di bawa bawa....ga akan ada dinamis nya sama
sekali. Ga akan ada etnis yang suka pedes kawin dengan etnis yang suka manis.
Ga akan ada etnis yang terbiasa berbicara keras berteman dengan etnis yang
lemah gemulai. Atau yang etnis nya sangat religius males kenal dengan etnis
yang suka pesta.. padahal...tidak semua dari mereka akan berperilaku sama....atau
ada etnis yang dikenal turunannya pada beraut wajah aga simetris a.k.a bermuka
aga petak..,,otomatis orang akan enggan mandapat jodoh dari etnis yang
ini...sedangkan bukti memperlihatkan kalau yang bermuka petak sudah tidak ada
lagi...karena rata rata mereka cukup welfare dan bersekolah diluar ngeri
sehingga separuh mereka sudah indo dan cantik cantik.....
Contoh sedihnya, ada seorang teman yang sedang dalam keadaan kere, dan dia
ulang tahun tepat di akhir bulan, tanggal mentok sebelum gajian. Dan temen
temennya minta traktir, sialnya si temen ini orang Padang...dia memang sudah
merencanakan akan mentraktir temen temen nya ini, tapi setelah dia gajian.
Akhirnya dia bilang gini ” ntar ntar.....pasti gw traktir ...tenang
aja..”....tapi ada salah satu temennya ini yang bilang..”ah....dasar Padang
lu....pelit!!!”....
Dengan sedih karena ga suka dengan kata si teman tersebut, akhirnya si
temen gw ini tetep pergi buat mentraktir temen temennya, dengan uang pinjaman dari
HRD kantor. Setelah di ceramahin dulu dari si HRD buat apa minjem sekarang toh
dua hari lagi gajian, dia pun mendapat cash beberapa ratus ribu rupiah.
Etis ga jika kamu berbuat begitu? Syapa tau dia adalah orang yang ga bergaji besar....tapi karena rasa kesukuannya yang cukup besar, dia rela menghabiskan separuh gaji buat makan makan. Kalo emang mau nyela juga gampang toh..cukup bilang...”pelit lo..gitu aja ga mau”....no need membawa bawa daerah asal. Gampang kan????
gw nulis begini bukan karena gw orang Padang....tetapi tak lebih hanya karena...jangan sampai hal sepele seperti ini....membuat keributan dan merusak relationship.....semua yang besar toh pada awalnya berasal dari sesuatu yang kecil....ya kan?

Comments