« yeah i know... | Main | i did itt... »

nasib mu wahai guruku..

Miris memang….

Membaca, mendengar dan melihat para guru yang demo rame rame ke gedung MPR.

Hanya untuk memperjuangkan kenaikan gaji bagi kesejahteraan mereka.

Tapi susah….memang…membicarakan kenapa anggaran untuk pendidikan di

Indonesia

yang hanya secuil even seiprit jika dibandingkan dengan anggaran anggaran lain.

Gw rasa semua bakal setuju, sebuah bangsa yang bagus adalah bangsa di mana semua rakyatnya cerdas, dan berpendidikan.

Karena dari orang orang yang terpelajar akan lahir kelakuan atau perbuatan yang juga terpelajar.

Dan dari mana semua itu berasal??? Dari sekolah…

Dari guru….

Dari mana para pejabat yang membuat anggaran itu bisa duduk di kursinya sekarang?

Dari guru...

Kenapa sekarang pada lupa dari mana mereka belajar??

Apakah semua bisa instant?

Baru melek dari rahim ibu bisa langsung membaca??

Bisa langsung menghitung angka angka....??

sombong sekali kalau ada yang bisa mengatakan iya.

Fakta meperlihatkan bahwa sekitar tahun 80 an malaysia ”mengimpor” guru guru dari indonesia.

Karena mereka haus akan pengetahuan, akan pendidikan, karena kalau rayatnya pintar maka bangsa mereka akan maju.

Kita sama sama melihat, bagaimana keadaan malaysia sekarang. Justru malah kita yang belajar dan mengirimkan putra putra bangsa untuk belajar ke malaysia.

Sementara bagaimana kita memperlakukan guru yang ada di tempat kita sendiri?

Kompas beberapa tahun lalu pernah menulis kisah kehidupan seorang guru di pedalaman medan tanah batak, yang suka rela mengajar sebuah sekolah dengan hanya dibayarkan sekaleng beras setiap bulannya. Bener bener sekaleng....yang bisa digunanakan untuk tempat minyak goreng kiloan.

Dan kompas juga pernah memberitakan, nasib seorang guru di pedalaman yang hampir tak pernah mengambil gajinya, karena letak dinas tempat dia mengambil gaji sangat jauh.

Sedangkan untuk perjalanan kesana mengambil gaji tiap bulannya sang guru tersebut menghabiskan dana sekitar 170 ribu rupiah. Dan kamu tahu berapa jumlah gaji yang akan dia ambil??

Cuman 200 ribu rupiah.....sebulan.....yang mungkin jumlah pulsa yang lo habiskan untuk menelfon bisa berkali kali lipat dari gaji guru tersebut.

Bagaimana bangsa kita maju??? Jangan salahkan jika ada guru yang menolak untuk mengajar ke pedalaman. Karena dengan gaji segitu bagaimana mereka bisa hidup????

Usahlah membantu untuk meningkatkan kapasitas seorang guru dengan menyekolahkannya secara gratis seperti yang dilakukan beberapa negara, untuk makan saja mereka susah.

Jadi jangan salahkan juga jika ada guru yang membuka bisnis kecil kecilan dengan berdagang baju kreditan, atau menjual buku buku pelajaran.

Mereka tak bisa sepenuhnya disalahkan. Himpitan hidup yang membuat mereka begitu. Walo memang tak bisa dipungkiri juga ada beberapa yang menyalahgunakan.

Tak melihatkah pemerintah kalau anak anak bangsanya sangat ingin belajar...???

Dengan jumlah guru yang memadai??dan biaya pendidikan di sekolah negri yang murah..

Ditengah tengah maraknya sekolah internasional...yang memberikan fasilitas berbagai macam denga biaya puluhan juta....

Ada sebuah foto yang di publish di kompas yang memperlihatkan anak anak yang menenteng sepatu dan tas mereka tinggi tinggi menyebrangi sungai pergi bersekolah.

Ada documenter di trans tv yang memperlihatkan sebuah kelompok yang mengadakan kegiatan belajar mengajar tiap hari yang kalo kata gw sudah bisa disebut sekolah mini, dengan jumlah murid cukup banyak....dan mereka ”bersekolah” di kompleks kuburan.....yang teduh dan bagus untuk belajar....mereka sudah memakai pekuburan tersebut selama dua tahun dengan jumlah murid yang terus bertambah...

Sekolah yang sudah ada saja tidak diperhatikan..apalagi sekolah model begini???

Apa yang terajdi dengan bangsa kita??

Sedangkan dana untuk rapat dan perjalanan dinas para pejabat bisa sekian sekian milyar tiap tahunnya.

Artikel pagi ini di kompas yang berjudul ”hidup guru yang terus pinjam sana sini”...

Itu lah potret bangsa kita...itu lah potret pendidikan kita...

Gw yang hanya orang kecil hanya bisa membuat tulisan ngomel ngomel tentang apa yang ada dalam fikiran gw, yang ga akan ngaruh sama sekali dengan kebijakan anggaran pendidikan.

”yah....mungkin para penguasa memang dari lahirnya bisa membaca dan menulis....hanya gw yang perlu bersekolah dan diajar guru”.....

 

                            

Comments

tulisannya makin bagus aja jeung , inspiratif dan nambah pengetahuan. Keep writing dear, i think u have the talent.

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .